Bab 674
Si remuk Boy memucat lalu menghela nafas, “Tuan Frans, aku… aku benar-benar tidak bermaksud untuk menjahatimu.”
“Aku mendapatkan benda ajaib ini sekitar sepuluh tahun yang lalu. Dan itu memang dapat memperpanjang umur dan efeknya juga sangat bagus.”
* Tetapi, belakangan ini, satu demi satu anggota keluargaku mengalami sesuatu jadi aku pergi mencari seorang ahli peramal untuk meramal.”
“Si ahli peramal itu berkata bahwa beberapa tahun terakhir ini kekayaan aku terus menurun karena benda ajaib ini sedang menentang aku. Oleh karena itu, aku harus menjual benda ajaib ini.”
“Karena alasan yang pertama, itu bisa untuk menyelamatkan nyawaku dan yang kedua agar aku tidak terus merugi.”
“Sebenarnya tidak ada masalah dengan benda ajaib itu. Masalahnya hanya benda itu menentang aku secara pribadi!”
Frans tampak ragu.
Reva terkekeh. “Si gemuk Boy, ahli ramal yang kau cari itu cukup hebat.”
“Setidaknya dia bisa tahu bahwa masalalınya ada pada benda ajaib ini.”
**Tetapi itu tidak ada hubungannya dengan keberuntungan!”
Si gemuk terkejut, “Kalau memang berkaitan dengan benda ajaib ini lantas mengapa tidak ada hubungannya dengan keberuntungan?”
Dengan lembut Reva berkata, “Apa kau pernah membeli beberapa produk yang terbuat dari gading gajah dalam tiga bulan terakhir ini?”
Si gemuk Boy berpikir sejenak, “Ya, aku membeli beberapa cangkir yang terbuat dari gading gajah, ada apa?”
Reva berkata, “Coba kau pikirkan baik – baik, apakah semua hal ini terjadi setelah cangkir gading itu dibawa pulang?”
Si gemuk Boy berseru, “Aihh, kalau kau tidak bilang, aku bahkan tidak memikirkannya.”
“Memang benar, sejak cangkir gading itu dibawa pulang, satu demi satu kecelakaan terjadi di dalam rurnah.”
Tuan Lee, maksudmu, cangkir gading itu bermasalah?”
Keva menggelengkan kepalanya, “Cangkirnya tidak ada masalah!”
Si gemuk Boy: “Kalau begitu masalahnya tetap pada benda ajaib ini?”
Reva menggelengkan kepalanya lagi: “Benda ajaib ini juga tidak ada masalah!”
Si gemuk Boy tercengang: “Lalu dimana masalahnya?”
Reva terkekch: “Kalau cangkir dan benda ajaib ini disatukan baru akan terjadi masalah.”
Si gemuk Boy melebarkan matanya, “Kenapa?”
Comments
The readers' comments on the novel: Menantu Dewa Obat